Hello, I am camerade
See my profile


October 2008

SMTWTFS
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Tag

Syndicate content

Add to My Dada

Add to My Dada

Share your contents

De.licio.us

APP dan mitranya mengancam upaya penyelamatan ekosistem Sumatera dan iklim global      Siaran Pers                      &n... (Continue)

Berikut ini adalah prosedur yang perlu diketahui jika terjadi sweeping mengenai Windows Bajakan :
Pihak POLRI TIDAK BERHAK Untuk mengambil komputer dari TKP kecuali  TERBUKTI TERLIBAT dalam tindakan kriminal (praduga Tak bersalah)".
Misalnya... (Continue)

Tag: artikel

Status Lingkungan Hidup Indonesia 2002
(STATE OF ENVIRONMENT REPORT (SoER) OF INDONESIA 2002)

* DAFTAR ISI
[http://www.menlh.go.id/i/art/daftar%20isi.pdf]

* BAB I PENDAHULUAN
[http://www.menlh.go.id/i/art/bab1%20pendahuluan.pdf]

* BAB II ... (Continue)

Tag: artikel

Kamis, 09/10/2008 18:46 WIB
oleh : Ria Nurdiani

JAKARTA (bisnis.com) : Pemerintah Indonesia masih belum peduli akan
bahaya arsenik padahal berpotensi tercemar mengingat industri
pertambangan yang tersebar di seluruh wilayah dan kondisi geologi ya... (Continue)

(Sumber : SVV/ Schweizerischen Vereinigung Für Vegetarismus/ Persatuan Vegetarian Swiss www.vegetarismus.ch , artikel Die wirtschaftlichen und ökologischen Folgen der fleischorientierten Ernährungsweise)


PRODUKSI DAGING SELURUH DUNIA MEN... (Continue)


Permasalahan baru yang dihadapi oleh masyarakat Desa Teluk Bano I             Pada tanggal 22 September 2008 bertepatan dengan Pemilihan Gubenur Riau (PILGUBRI) pada Pukul 1... (Continue)

Tag: lingkungan


Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. 
Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu 
kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke 
ibu kota Jamaika, Kingston. Di kot... (Continue)

Tag: artikel

Manila (ANTARA News) - Meski harga minyak di pasar
berjangka dunia jatuh, Bank Pembangunan Asia (ADB) mengingatkan
pemerintah di kawasan Asia, Selasa, agar tidak berpuas diri, dengan
mengatakan hari-hari minyak murah telah berakhir.

Harga minyak te... (Continue)

Jakarta (ANTARA News) - LSM lingkungan hidup Greenomics Indonesia menyatakan 61,54 persen perusahaan pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) yang beroperasi di Kalimantan masuk dalam kategori berkinerja buruk dan sangat buruk dalam hal pemanfaatan kayu seca... (Continue)

Tag: lingkungan

No 10 JULI 2007 TAHUN XVII
Kisah Nyata


Det…det…det…det… ., rentetan suara di siang itu mengagetkan banyak orang. Roy yang tengah belajar di lantai dua SMP ……. dibuat tersentak. Tidak h... (Continue)

Tag: artikel

http://freegeographytools.com/2007/using-gps-data-to-geotag-photos-the-basics--
 


Using GPS Data To Geotag Photos: The Basics



Using Picasa, PicasaWeb or iTag to geotag your photos through Google Earth (or Google Maps) is fine for the occasional photo, or for photos from the past where you don’t have specific location data, i.e. latitude and longitude. But if you’re going to be geotagging a lot of photos in the future, doing it manually will turn into a chore very quickly. There’s a way to simplify that task: Take location data from a GPS unit, and then embed it into your photo’s EXIF header or IPTC tags with software that automates the process. There are a lot of free and cheap programs that let you do that, and I’ll be covering many of the Windows options in upcoming posts. First, though, I want to go over some of the basics of equipment and data.

Equipment: Some day, most cameras may come with GPS capabilities built-in, so that they can automatically geotag your photos as you take them. But I’ve heard of only two cameras with built-in GPS released to date: the Navman iCN750 (discontinued), and the Ricoh Pro G3 GPS Camera, a two-year-old 3-megapixel model. So for now, the only reasonable choice is to use a handheld GPS receiver that can log your position continuously as a function of time, save that data, and then upload it to your computer (typically in GPX format).

Most handheld GPS units can do all of this, with the cheapest units running less than a hundred dollars. If you don’t need a large, handheld GPS receiver with all its features (data screen, input, maps, etc.), another option is to buy a simple GPS datalogger, like the Sony GPSCS1KA or Sony GPS-CS1units. Both Sony units are described as being specifically designed for digital camera use, but any GPS datalogger capable of saving data in GPX format will work just as well (do a Google search for GPS data logger). You won’t save that much money buying a datalogger instead of a basic handheld GPS unit, but they are often much smaller in size and weight, and can have longer battery lives and store more data than handheld units.

Data: You need to have both position and time data stored by the GPS units in order to geotag the photos,. The position data is obviously needed for the geotagging, but the time data plays a critical part as well. The software programs that I’ll be posting about match up the time you take your photo with the location the GPS data says you were at for that time, and then embed that time-specific location data in the photographs. Dataloggers will normally save both the location and time together automatically, but handheld GPS units may require you to specify that both time and position data be recorded in a GPS tracklog. Handheld units often let you specify whether your position is recorded continuously based on distance, time, or some combination of the two.

There’s another catch: some GPS units (like my Garmin) strip out the time data if you save the track in a separate tracklog, separate from the active track. So if you save a track in these units, make sure you don’t clear out the active track as well, or else you’ll have no way to synchronize your position with the time you took a photo. Found this out rather annoyingly after having taken a whole bunch of photos, saving the track, and then discovering that all the time data was gone. The newer Garmin x-series models let you log time and position data continuously to a GPX file on their microSD memory cards, bypassing the need to manage track data completely (and letting you record literally months worth of position and time data on a single microSD card).

You should also check to make sure that your camera is set to the same time as your GPS unit; if the camera’s time is off, or in a different time zone, that can complicate the process of matching up the GPS track time with the time the photo was taken. Many programs come with the ability to adjust for such a time difference, but it will make life a lot easier if you make sure they’re in time synch right from the start. GPS track times are recorded in UTC (aka Greenwich Mean Time), and while most programs can correct for the difference, some have problems with that correction.

Uploading the data to your computer from your GPS is usually straightforward; if the software that came with your GPS can’t take track data and save it in GPX format, a free program like EasyGPS or GPS TrackMaker does a great job.

Summing up: to automate geotagging your photos with GPS, you’ll need a GPS receiver that can log both your position and time on a continuous basis, and then upload the data to your computer in GPX format, where it can be synchronized with your photos based on time.

sf Actual screenshot
See Real USGS Topo Maps, Aerial Photos And Scanned Maps On Your Garmin GPS With

Moagu:
The Mother Of All GPS Utilities


"... Moagu rocks! This really is revolutionary!"
The GPS Tracklog Blog

Click here for more info

sf Actual screenshot

Tag: gis

MENGENAL ALAT PENANGKAPAN IKAN

Oleh Mukhtar, A.Pi. M,Si
1. Pukat Udang (Shrimp Trawl) Pukat udang adalah jenis jaring berbentuk kantong dengan sasaran tangkapannya udang. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuk... (Continue)

Tag: Fishing

10/09/2008
*Dadan Kuswaraharja* - detikcom
<http://www.detikpor tal.com/index. php?fuseaction= detik.kanal& idkanal=4>

*Oslo*, Tak tahan dengan perlakuan Rio Tinto di Indonesia, perusahaan
investasi milik pemerintah Norwegia menjual selur... (Continue)

Referensi Bagi yang mau jadi pejabat

Inilah daftar gaji dan tunjangan yang diterima anggota DPR per bulan
Data ini dikeluarkan oleh bagian anggaran tertanggal 22 februari 2005.

Fasilitas anggota DPR RI, 2004-2009

A. Gaji pokok dan tunjan... (Continue)

Tag: artikel

Seputar Tan Malaka

06 Sep 2008

34 artikel menarik seputar Tan Malaka   Majalah Tempo dalam edisi khusus Kemerdekaan mengangkat profil Tan Malaka : Bapak Republik Yang Dilupakan. Tidak tanggung-tanggung edisi Tan Malaka ini terdiri dari 26artikel yang ditulis oleh wartawan Tem... (Continue)

Tag: artikel

Sejarah Riau

06 Sep 2008

Dikirim Oleh: Developer pada 14 September 2006 6:03:19 AM PENGISIAN PROVINSI RIAU 1958 - 1966

a. Periode 5 Maret 1958 - 6 Januari 1960
Pembentukan Provinsi Riau ditetapkan dengan Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957. Kemudian diundangkan da... (Continue)

Tag: artikel

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat



Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai me... (Continue)

Tag: artikel

Cinta Lama (Tak) Bersemi Kembali

[Selasa 29/04/08, 02:42:34]

Setelah putus cinta, Anda masih saja terbayang-bayang wajahnya. Anda masih sangat mencintainya dan berharap dia kembali. Bagaimana dengannya? Masihkah dia mengharapkan... (Continue)

Tag: Cinta

 9 Jangan Setelah Makan

[Minggu 04/05/08, 17:12:02]

Minum setelah makan, itu bagus. Tapi sembilan hal berikut ini, sebaiknya tidak Anda lakukan setelah makan. 1. MEROKOK
Merokok saja sudah merusak tubuh, apalagi jika dilakukan setelah ma... (Continue)

Tag: Kesehatan

Rahasia Mengatasi Cemburu Buta

Cemburu sering menyebabkan seseorang membuat kebodohan-kebodohan. Untuk mengatasi rasa cemburu yang kerap melanda, ada baiknya Anda ikuti saran berikut ini. 1. Mantan Ya... (Continue)

Tag: Kesehatan

Khasiat Seks, dari Daya Tahan hingga Melangsingkan

[Selasa 29/04/08, 02:52:13]

DI ANTARA Anda mungkin masih banyak yang memandang aktivitas seks hanya sebagai salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan semata. Padahal di luar itu, sek... (Continue)

Tag: Kesehatan

Sperma Pria Tampan Lebih Joss!

[Rabu 21/05/08, 15:41:38]

PRIA tampan dikatakan mempunyai sperma paling bagus kualitasnya. Demikian sebuah penelitian mengungkapkan hal ini. Para peneliti menunjukkan bah... (Continue)

Tag: Kesehatan

Suara Bisa Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke
Laporan : Zul Indra/Tribun Pekanbaru
[Senin 26/05/08, 23:38:35]

PEKANBARU, TRIBUN- Beberapa bulan yang lalu, tidur di malam hari bagi Sulastri adalah m... (Continue)

Tag: Kesehatan

Suara Dengkur Bisa Akibatkan Penyakit Jantung dan Stroke
Laporan : Zul Indra/Tribun Pekanbaru
[Senin 26/05/08, 23:39:35]

PEKANBARU, TRIBUN- Beberapa bulan yang lalu, tidur di malam hari bagi Sulastri... (Continue)

Tag: Kesehatan



LATITUDE   LONGITUDE   DATE   ... (Continue)

Tag: lingkungan

NERAKA REZIM SUHARTO (UNTOLD STORY)

Oleh: Harsutejo

Judul di atas bukanlan bikinan saya, tetapi judul sebuah buku tipis (156 +
xi halaman) yang kemudian diikuti sub-judul "Misteri Tempat Penyiksaan Orde
Baru" susunan Margiyono dan Kurniawan T... (Continue)

Tag: artikel

Tantangan kolekif bagi kaum muda /EU ------------ --------- --------- --------- --------- --------   Sebelum membicarakan tentang pemimpin muda, maka saya rasa yang perlu
kita bicarakan adalah ideologi yang ditawarkan oleh pemimpin
tersebut. D... (Continue)

Tag: artikel

 

 


 

 

 

Soekarno, Pancasila, dan Sejarah Teks

Oleh Ignas Kleden

 

 


Istilah "sejarah teks" adalah terjemahan bebas oleh penulis untuk konsep hermeneutik yang lebih dikenal dalam versi bahasa Jerman sebagai Redaktionsgeschichte atau sejarah redaksi. Konsep ini menegaskan bahwa setiap teks yang diproduksi dalam kebudayaan selalu mempunyai semacam riwayat hidup berupa sejarah penyusunan, kodifikasi, perubahan, atau revisi redaksi dan mungkin juga otorisasi teks yang terjadi dari waktu ke waktu.

Mengetahui sejarah redaksi ini merupakan sebuah prasyarat penting untuk menyimak makna teks itu dalam hubungan dengan konteks penciptaan atau penyusunannya karena sering terjadi pergantian atau pertukaran semantik, penambahan anotasi, penyisipan bagian-bagian baru dalam editing, perbaikan sintaksis atau modulasi stilistik, yang mengakibatkan pergeseran makna atau perubahan tekanan pada berbagai bagian teks itu.

Sudah jelas Pancasila adalah sebuah teks utama untuk
. Dalam sejarah redaksinya, tanggal 1 Juni 1945 menjadi sebuah momen yang amat penting karena pada hari itu Pancasila dikemukakan kepada suatu publik politik untuk dipertimbangkan, diuraikan masing-masing silanya secara rinci, dan didemonstrasikan keseluruhannya sebagai suatu konfigurasi pemikiran yang utuh. Soekarno sebagai penggagas dan juru bicaranya pada waktu itu dengan tegas memberikan dua kualifikasi utama kepada Pancasila, yaitu kedudukannya sebagai dasar filsafat negara (philosophische grondslag) dan fungsinya sebagai suatu pandangan (tentang) dunia (Weltanschauung).

Soekarno dalam pidato yang bersejarah itu menyamakan begitu saja dasar filsafat negara dan suatu pandangan dunia. Patut dicatat bahwa pandangan dunia, yaitu world view atau Weltanschauung diperlakukan dalam ilmu-ilmu sosial sebagai pokok kajian dan penelitian ilmu-ilmu budaya. Clifford Geertz, misalnya, melihat world view sebagai gagasan orang-orang dalam suatu kelompok budaya tentang dunia yang mereka hadapi dan hayati, berupa ikhtisar kompleksitas dunia itu dalam beberapa gambaran yang disederhanakan: apakah dunia itu pada dasarnya baik atau jahat, real atau maya, abadi atau sementara, merupakan tempat persinggahan sejenak atau tempat orang mengolah nasib dan membangun masa depannya. Sosiolog Jerman-Inggris, Karl Mannheim, berbicara tentang Weltanschauung eines Zeitalters atau pandangan dunia dalam suatu kurun waktu sejarah, jadi mirip dengan suatu semangat zaman atau Zeitgeist. Sementara itu, filosof Jerman, Karl Jaspers, berpendapat bahwa Weltanschauung tak lain dari suatu jenis filsafat (karena sifatnya yang menyeluruh dan tidak sektoral), tetapi tidak sekadar suatu filsafat yang spekulatif, tetapi filsafat yang efektif, suatu wirkende Philosophie, yang sanggup memberi harapan, kepercayaan, dan membangun komitmen.

Apa pun soalnya, cukup jelas bahwa Soekarno, selama dua dasawarsa (sejak 1926 hingga 1945), berpikir keras tentang apa yang dapat mempersatukan berbagai kelompok suku di Indonesia menjadi suatu bangsa yang dapat menentukan nasibnya sendiri melalui sebuah negara merdeka. Apakah mungkin tercapai sebuah dasar tempat semua orang dapat berdiri bersama secara politik di atas suatu platform nasional?

Sebagai aktivis politik yang berpengalaman, Soekarno memiliki perhatian yang tertuju pertama-tama pada suatu integrasi politik yang dapat mempertemukan dan mempersatukan berbagai kelompok politik pada watu itu. Dia tidak banyak berpikir tentang integrasi sosial atau integrasi budaya, yang kemudian menjadi pokok pemikiran tokoh-tokoh, seperti Ki Hadjar Dewantara atau Sutan Takdir Alisjahbana.

Apa yang dicari oleh Soekarno adalah suatu tema yang cukup luas, tetapi cukup terpadu, tempat semua kelompok politik terpenting pada masa itu merasa terwakili asasnya, identitasnya, dan kepentingannya. Dalam istilah ilmu politik sekarang, Soekarno secara meyakinkan melakukan suatu agregasi kepentingan politik dan mengartikulasikannya dengan berhasil.

Jelas sekali Soekarno harus memperhitungkan kelompok-kelompok agama, khususnya Islam, sebagai kelompok agama terbesar yang terwakili dalam NU dan Masjumi. Tanpa mencantumkan sila ke-Tuhan-an kelompok-kelompok agama sangat mungkin tidak tertarik mendukung negara yang akan didirikan. Atas cara yang sama tanpa mencantumkan sila kebangsaan golongan nasionalis yang mendapat kristalisasi politiknya dalam PNI barangkali akan tinggal apatis.

Demokrasi dan kedaulatan rakyat jelas akan menarik perhatian kelompok politik yang menekankan kepentingan rakyat seperti MURBA dan para pejuang demokrasi, seperti Hatta dan para muridnya dalam PNI Baru. Demikian pula tanpa mengikutsertakan sila keadilan sosial, partai-partai politik berhaluan kiri tidak akan merasa terpanggil.

Tak perlu diuraikan panjang lebar bahwa penghormatan kepada martabat manusia tidak bisa diabaikan karena hal tersebut merupakan isu yang dianggap menjadi tanda-kenal kaum inteligensia baru, khususnya kelompok politik yang mencita-citakan modernisme sebagaimana dapat diamati dalam subkultur PSI dan Masjumi misalnya.

Jadi, berbeda dari Karl Mannheim, Soekarno tidak berbicara tentang pandangan dunia dari suatu kurun waktu, tetapi dari suatu tempat tertentu yang bernama
. Juga, berbeda dari Karl Jaspers, Soekarno tidak berbicara tentang filsafat tentang dunia (Weltanschauung), tetapi filsafat tentang kehidupan bersama dalam suatu negara. Dalam arti itu, Pancasila diusulkan sebagai pandangan hidup (Lebensanschauung) secara politik Apakah prinsip-prinsip Pancasila dipetik dari nilai-nilai dalam peradaban dunia atau digali dari kebudayaan-kebudayaan Nusantara adalah isu yang dimainkan dengan piawai oleh Soekarno sebagai teknik promosi dan persuasi terhadap pendengarnya, melalui retorika yang amat terpelajar dengan pengucapan yang gilang-gemilang.

Dasar paling bawah (bottom line) pemikiran Soekarno adalah suatu gagasan yang dapat merepresentasikan identitas dan asas sebanyak mungkin kelompok politik, dan sekaligus dengan itu mengagregasikan kepentingan politik dalam spektrum seluas mungkin. Singkat kata, dari segi genealoginya, Pancasila terlahir sebagai suatu historico-political gentleman agreement, yaitu kesepakatan dari orang-orang dan kelompok-kelompok yang saling menghormati, meskipun mereka sadar ada banyak perkara di antara mereka yang tetap sulit dipertemukan. Kesepakatan itu harus dibuat agar dapat tercipta suatu landasan bagi konsensus nasional mengenai negara yang akan terbentuk.

Kita bersyukur bahwa RI sudah terbentuk di atas landasan tersebut. Fondasi politik ini sampai kini masih membuat
sebuah rumah bagi semua orang yang turut membangunnya, dan ingin hidup tenteram di dalamnya. Semoga rumah ini tidak berubah menjadi transit house, sekadar tempat bermalam dan menaruh koper bagi orang-orang yang hendak bepergian entah ke mana.

Ignas Kleden, Sosiolog, Ketua Komunitas Indonesia untuk Demokrasi

 

 

Asal Usul Komunisme

10 Jan 2008

Asal Usul       Komunisme   Oleh Ariel Heryanto       "KOMUNISME akan bertumbuh jika ketidakadilan dan jurang antara yang kaya dan miskin melebar". Betapa sulit menemukan pernyataan yan... (Continue)

Militer : Penyakit Kanker Nasional?       Oleh Wilson Lalengke        Sebahagian terbesar sejarah perjalanan hidup manusia di bumi ini dipastikan melibatkan heroisme yang direfleksikan oleh kegagahan... (Continue)

Tag: artikel

Serikat Petani (SPI): Catatan Akhir Tahun 2007   SBY-JK Tidak Laksanakan Pembaruan Agraria: Terus Menderita Konflik Agraria dan Rawan Pangan

Pendahuluan

Sepanjang tahun 2007, secara umum kondisi kaum tani di tidak berubah bany... (Continue)

belum Selesai:
antara Nasionalisme dan Pembebasan Nasional[*]

Oleh Max Lane

Indonesia sebagai sebuah nasion baru ada setelah abad
XX. Untuk menjelaskan itu akan dimulai dengan
pengertian nasion (nation). Saya akan mengajukan
beberapa hal menyangkut pe... (Continue)

Tag: artikel

 

Merebut kekuasaan politik

Menjelang ditutupnya tahun 2007, berikut ini adalah sekadar bahan untuk
renungan bersama mengenai masa depan rakyat beserta negara RI :

Dengan datangnya tahun baru 2008, maka mungkin ada banyak orang yang
bertanya-tanya apakah tahun baru ini akan bisa mendatangkan
perubahan-perubahan besar yang menguntungkan negara dan bangsa, serta bisa
memperbaiki kehidupan sebagian terbesar rakyat Indonesia?

Mohon ma’af terlebih dulu kepada para pembaca yang sekiranya mempunyai
harapan (atau ilusi?) bahwa tahun 2008 bisa merupakan tahun yang membawa
perubahan-perubahan besar yang menguntungkan rakyat. Sebab, tulisan ini
dengan terus-terang menyatakan bahwa tahun 2008 akan tetap mengecewakan atau
akan terus menyedihkan bagi sebagian terbesar rakyat kita. Terutama bagi
rakyat miskin yang jumlahnya lebih dari 40 juta orang, serta bagi orang yang
menganggur (termasuk pengangguran di kalangan orang muda) yang juga puluhan
juta jumlahnya.

Di samping itu, korupsi akan tetap terus merajalela, baik di kalangan atas,
menengah maupun kalangan bawah. Penyuapan, penggelapan, penyalahgunaan
kekuasaan dan praktek-praktek bathil lainnya akan terus banyak terjadi di
berbagai bidang eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ketidakjujuran dan
ketidakadilan para hakim, para jaksa, para pejabat kepolisian, akan tetap
menjadikan hukum di Indonesia dilecehkan oleh banyak orang. Kebejatan moral
yang sangat meluas ini akan terus - dalam tahun 2008 – menjadikan bangsa
kita sakit parah.

Dan ketika sebagian terbesar rakyat kita mengalami penderitaan berat akibat
kehidupan sehari-hari yang sulit (bahkan banyak yang busung lapar) maka
kita akan menyaksikan juga bahwa sebagian kecil bangsa kita hidup dengan
kelewat mewah berlebih-lebihan. Yang patut kita kutuk atau kita hujat adalah
bahwa banyak kehidupan bermewah-mewah dan berfoya-foya itu adalah hasil
curian atau praktek-praktek kriminal lainnya, yang merugikan kepentingan
rakyat dan negara.

Orde Baru adalah sumber banyak penyakit parah

Seperti yang sudah kita saksikan atau alami sendiri masing-masing,
kebobrokan moral dan kebusukan mental ini sebenarnya sudah terjadi sejak
lahirnya kekuasaan rejim militer Orde Baru, yang diteruskan oleh berbagai
pemerintahan yang menyusulnya (pemerintahan Habibi, Abdurrahman Wahid,
Megawati dan SBY-JK sekarang). Dan bagi mereka yang benar-benar serius
mengamati perkembangan rakyat dan bangsa adalah jelas sekali bahwa terutama
sekali Orde Barunya Suharto-lah yang telah menimbulkan kerusakan moral dan
pembusukan mental di banyak kalangan masyarakat. Kerusakan moral ini tidak
hanya tercermin dalam pelanggaran HAM secara besar-besaran terhadap jutaan
golongan kiri pendukung politik Bung Karno saja. Dan, juga, tidak hanya
terwujud dalam merajalelanya korupsi secara parah dan ganas. Jauh lebih luas
dan lebih besar dari itu semua !

Orde Barunya rejim militer Suharto telah mengubur segala yang luhur dan
besar dari tradisi perjuangan banyak perintis kemerdekaan, hanya oleh karena
perintis kemerdekaan ini pada umumnya dianggap “kiri”, atau simpatisan dan
pendukung gagasan-gagasan besar Bung Karno. Seperti kita saksikan bersama,
selama pemerintahan Orde Baru perkataan “revolusi” tidak banyak terdengar
lagi, karena revolusi adalah musuh rejim militer Suharto. Begitu juga
perkataan “gotong royong”, “berdikari”, “kolonialisme” dan “imperialisme” ,
“sosialisme”, dan NASAKOM adalah kata-kata yang sering diucapkan oleh Bung
Karno, yang kemudian dijadikan “taboo” selama jaman Orde Baru itu.

“De-Sukarnoisasi” yang dijalankan oleh Orde Baru adalah pada dasarnya
pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Indonesia untuk menciptakan
masyarakat adil dan makmur, masyarakat sosialis à la Indonesia dan
penguburan jiwa revolusioner sebagian besar rakyat Indonesia melawan
imperialisme. Sejak diberlakukannya “de-Sukarnoisasi” ini Orde Baru bukan
saja menjadikan bangsa kita sebagai antek imperialisme (terutama AS), dan
negara kita sebagai ladang pengurasan kekayaan bagi kepentingan modal asing,
melainkan juga telah merusak besar-besaran jiwa bangsa lewat berbagai
indoktrinasi yang menyesatkan. Akibat buruk berbagai macam indoktrinasi yang
menyesatkan ini kita bisa saksikan di berbagai bidang kehidupan bangsa
sampai sekarang.

Jadi, proses pembusukan moral secara besar-besaran ini sudah berjalan lebih
dari 40 tahun, dan dimulai sejak dibangunnya Orde Baru oleh “golongan tua”
TNI-AD di bawah pimpinan Suharto. Pembusukan moral inilah yang menimbulkan
di seluruh negeri kita berbagai masalah sulit dan parah sekarang ini di
bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, termasuk agama.

Tidak mungkin ada perubahan dan perbaikan, kalau ......

Sampai akhir tahun 2007, kalau kita baca suratkabar atau majalah Indonesia
(dan kita lihat tayangan di TV), maka tercerminlah di situ betapa banyaknya
persoalan-persoalan besar dan rumit yang harus dihadapi bangsa dan negara.
Banyak persoalan-persoalan ini bertumpuk-tumpuk karena tidak bisa ditangani
atau diselesaikan secara baik dan tuntas. Karena banyaknya persoalan, dan
juga karena parahnya, maka tipislah harapan bahwa persoalan-persoalan itu
akan dapat diselesaikan dalam tahun 2008. Bahkan, juga tidak akan mungkin
dalam tahun 2009 atau 2010 atau 2015 sekalipun, kalau kekuasaan politik
masih terus dipegang atau didominasi oleh orang-orang yang berjiwa Orde
Baru. Sebab, patut selalu kita ingat bahwa justru orang-orang yang berjiwa
Orde Baru-lah yang menjadi sumber penyakit bangsa, atau yang menjadi
penyebab banyak persoalan-persoalan parah di negeri kita.

Artinya, selama jangka waktu yang cukup lama di masa mendatang tidak mungkin
ada perubahan-perubahan besar yang bisa membawa perbaikan hidup bagi
sebagian terbesar rakyat kita yang sedang sangat menderita karena
kemiskinan, pengangguran, kelaparan, dan kekurangan kesehatan. Tentu saja,
tidak akan ada perubahan-perubahan besar yang menguntungkan kepentingan
orang banyak, karena kekuasaan politik ada dalam genggaman orang-orang yang
tidak peduli terhadap nasib rakyat. Mereka yang bermoral begitu rendah ini
tidak menginginkan adanya perubahan-perubahan besar atau perbaikan-perbaikan
fundamental dalam pengelolaan negara, karena mereka takut kehilangan
kesempatan untuk mencuri kekayaan rakyat dan negara. Para penjahat yang
menempati banyak kedudukan penting-penting dalam bidang eksekutif,
legislatif dan yudikatif, merasa lebih diuntungkan dengan adanya kebobrokan
moral dan ke-ambur-adulan pengelolaan kehidupan negara dan pemerintahan.

Hukum dan peradilan dapat “dibeli” dengan uang banyak

Para penjahat ini (di antaranya ada yang terdiri dari tokoh-tokoh
pemerintahan dan masyarakat, termasuk anggota-anggota perwakilan rakyat,
dan tokoh-tokoh partai politik dan agama) merasa terancam kalau KPK
betul-betul bisa melaksanakan tugas-tugasnya dalam memberantas korupsi
dengan tegas, konsekwen, jujur, tuntas, dan tidak pandang bulu

Sampai akhir tahun 2007, citra penegakan hukum (rule of law) di Indonesia
tidaklah cemerlang sama sekali. Menurut hasil survey, dunia peradilan di
negeri kita juga termasuk dalam kategori yang terkorup. Citra banyak hakim,
jaksa dan polisi dikotori oleh banyaknya berita dan desas-desus (yang
berdasar) tentang praktek suapan, sehingga penjahat-penjahat besar dapat
“membeli” hukum dan pengadilan dengan uang yang banyak (ingat kasus Tommy
Suharto, antara lain). Oleh karena itu, apakah dalam tahun 2008 dunia hukum
di negeri kita akan ada perbaikan adalah soal yang sulit diramalkan. Sebab,
masih cukup banyak persoalan-persoalan di Mahkamah Agung yang “tidak jelas
juntrungnya”. Juga di Kejaksaan Agung. Jadi, kita akan sama-sama menyaksikan
bahwa seruan PBB dan Bank Dunia untuk membenahi hukum dan peradilan di
Indonesia, antara lain dengan program StAR Initiative, tidak akan mempunyai
dampak yang besar.

Dalam tahun 2008 tidak banyak perubahan yang akan terjadi, karena sebagian
terbesar tokoh-tokoh dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat, akan sibuk
sekali dengan kegiatan-kegiatan menghadapi Pemilu 2009. Kesibukan luar biasa
dari partai-partai politik dan berbagai kalangan masyarakat untuk
diselenggarakannya Pemilu tahun 2009 ini tidak akan banyak pengaruhnya untuk
perbaikan nasib sebagian terbesar rakyat Indonesia.

Pemilu 2009 tidak akan mendatangkan perubahan besar

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, rakyat Indonesia perlu menyadari
bahwa tidak perlu menaruh harapan terlalu besar atas hasil Pemilu 2009.
Sebab, akan sama-sama kita saksikan dan kita alami sendiri, bahwa Pemilu
2009 tidak akan mendatangkan perubahan-perubahan besar yang bisa memperbaiki
kehidupan rakyat banyak.

Pemilu tahun 2009 hanya akan tetap merupakan jalan bagi partai-partai
politik, yang selama ini sudah memegang kekuasaan politik, untuk terus
berkuasa. Sedangkan kita semua melihat bahwa sebagian besar partai-partai
politik itu (antara lain Golkar, PDI-P, Partai Demokrat, PPP) sudah
menunjukkan “bhakti”-nya atau “jasa”-nya (harap perhatikan tandakutip di
sini) kepada rakyat Indonesia, yang hasil negatifnya malah mendatangkan
penderitaan bagi banyak orang.

Oleh karena itulah, kita tidak perlu (atau,bahkan, tidak boleh !) menaruh
ilusi kepada hasil Pemilu 2009 yang akan datang. Seperti dibuktikan oleh
pengalaman yang sudah-sudah, pemilu yang diikuti oleh partai-partai
tradisional itu telah terbukti -- dengan jelas sekali ! -- tidak pernah
mendatangkan perubahan-perubahan besar yang menguntungkan perbaikan hidup
bagi sebagian terbesar rakyat, terutama rakyat miskin. Segala janji-janji
yang biasanya diuar-uarkan secara bagus-bagus dan muluk-muluk itu ternyata
hanyalah omongkosong saja , yang kemudian dicampakkan begitu saja atau
dilupakan, setelah pemilu lewat. Anggota-anggota berbagai perwakilan rakyat
(di tingkat nasional, propinsi, atau kabupaten) yang ditunjuk oleh
partai-partai, selama ini lebih banyak mengurusi kepentingan partai atau
golongan, daripada mengurusi kepentingan rakyat banyak, sambil melakukan
hal-hal yang haram atau terlarang.

Peran GOLKAR yang negatif dan merusak

Contoh negatif yang paling menyolok dalam hal ini adalah apa yang dilakukan
oleh Golkar selama lebih dari 40 tahun. Seperti yang sudah disaksikan oleh
banyak orang selama ini, Golkar, sebagai kekuatan politik yang paling besar
pendukung rejim militer Orde Baru sepanjang 32 tahun, tidak berbuat banyak
untuk perbaikan nasib rakyat banyak. Sebaliknya, Golkar telah merupakan
kendaraan politik Suharto dalam merusak cita-cita para pejuang kemerdekaan
dan menghancurkan segala yang baik dari gagasan-gagasan besar Bung Karno.

Itulah sebabnya, maka sekarang ini - dan juga di masa-masa yang akan
datang -- tidak bisa diharapkan adanya perubahan-perubahan fundamental dan
besar-besaran, selama Golkar masih memainkan peran penting dalam kehidupan
politik. Dan sudah dapat diramalkan bahwa dalam Pemilu 2009 akan tetap
memperoleh suara yang banyak sekali. Sebab, Golkar (dengan dibantu oleh
berbagai kekuatan pro-Suharto) masih menguasai sebagian besar birokrasi, di
samping menumpuk dana yang juga besar sekali, yang berasal dari
sumber-sumber yang bisa dipersoalkan “kebersihannya” .

Karenanya, perlu sekali menjadi kesadaran kita bersama bahwa Golkar (dan
para pendukung politik Orde Barunya Suharto) adalah kekuatan politik di
negeri kita yang menentang adanya perubahan-perubahan besar yang
menguntungkan kepentingan rakyat banyak (sekali lagi, terutama sekali rakyat
miskin). Dan bahwa perubahan-perubahan besar tidak akan mungkin dilakukan
oleh Golkar, atau bersama-sama Golkar. Itu pulalah penjelasannya mengapa
kita tidak boleh punya ilusi bahwa Pemilu 2009 akan mendatangkan perbaikan
kehidupan bagi rakyat banyak. Perubahan dan perbaikan besar-besaran hanya
dapat dilakukan kalau Golkar (dan para pendukung-pendukung Orde Barunya
Suharto yang lain) sudah tidak berdominasi lagi dalam kehidupan politik
negeri kita.

Pentingnya rakyat merebut kekuasaan politik

Oleh karena itu, seluruh golongan dalam masyarakat yang mendambakan
perubahan-perubahan besar demi kepentingan rakyat banyak perlu berusaha --
dengan segala cara dan bentuk – untuk menghimpun, kemudian memperbesar dan
meluaskan kekuatan guna mendorong adanya perubahan-perubahan yang mendasar.
Perubahan yang mendasar dan perbaikan yang mendalam hanya dapat dilaksanakan
kalau kekuasaan politik ada di tangan kekuatan-kekuatan pro-rakyat dan
anti-imperialisme atau anti-neoliberalisme . Artinya, untuk lebih jelas lagi,
negeri kita akan bisa melakukan perubahan-perubahan besar untuk perbaikan
kehidupan rakyat, kalau kekuatan-kekuatan pro-rakyat sudah bisa merebut
kekuasaan politik di negeri kita.

Untuk bisa mendorong terjadinya perebutan kekuasaan politik ini, diperlukan
adanya dukungan dari banyak golongan, melalui berbagai macam kegiatan dan
aksi-aksi massa. Segala macam aksi atau gerakan rakyat, yang menuntut
perbaikan kesejahteraan hidup, dan melawan kejahatan korupsi, perlu
dikembangkan bersama-sama. Dan dengan digalakkannya aksi-aksi sosial dan
aksi-aksi politik di berbagai bidang dan dalam macam-macam bentuk ini
bisalah kemudian diperdalam kesedaran politik banyak orang bahwa hanya
perubahan kekuasaan politik menjadi pro-rakyat-lah yang merupakan jalan
lapang bagi terciptanya masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Merebut kekuasaan politik untuk kepentingan rakyat banyak

Aksi-aksi atau gerakan yang dilancarkan oleh berbagai golongan dalam
masyarakat untuk mendorong terjadinya perubahan-perubahan besar bagi
kepentingan rakyat banyak ini sangat mutlak diperlukan guna memungkinkan
terjadiya perebutan kekuasaan politik dari tangan-tangan para pendukung Orde
Baru (dan sisa-sisanya) . Dan bagi kita adalah perlu jelas, bahwa merebut
kekuasaan politik demi kepentingan rakyat banyak adalah tujuan yang sah dan
luhur dan tindakan yang mulia. Sebaliknya, membiarkan terus-menerus
dikangkanginya kekuasaan politik oleh kalangan-kalangan yang korup atau
rusak moralnya adalah sikap yang salah atau khianat. Supaya lebih jelas
lagi, merebut kekuasaan politik dari para penjahat negara dan pengkhianat
rakyat adalah perbuatan yang dibenarkan oleh fikiran atau nalar yang sehat,
dan adalah sikap politik yang benar. Apa yang terjadi di negara-negara
Amerika Latin akhir-akhir ini menunjukkan contohnya (antara lain :
Venezuela, Bolivia, Argentina, Brasilia, Cili, dengan kadar dan bentuk yang
berbeda-beda)

Sejarah bangsa kita sejak berkuasanya Suharto dan konco-konconya menunjukkan
dengan gamblang sekali bahwa berbagai masalah besar dan parah, yang
merupakan penyakit bangsa (antara lain ; korupsi yang merajalela, kerusakan
moral yang meluas, ketidakpedulian terhadap nasib rakyat banyak) tidak
mungkin lagi diatasi atau diselesaikan oleh kekuasaan politik yang dipegang
terus-menerus oleh orang-orang “lama” yang berjiwa pro-Orde Baru. Sebab,
justru mereka-mereka itulah yang merupakan penyakit bangsa!

Oleh karena itu, sudah makin terasa mendesaklah perlu tampilnya gerakan
besar-besaran dari berbagai golongan (terutama dari kalangan generasi muda)
untuk mempercepat atau mendorong terjadinya perebutan kekuasaan politik di
negeri kita.. Merebut kekuasaan politik dari genggaman kalangan pengkhianat
kepentingan rakyat, demi membangun masyarakat yang sejahtera dan demokratis,
adalah tugas luhur kita bersama. Merebut kekuasaan politik dan
menggantikannya dengan yang benar-benar mentrapkan jiwa Pancasila-nya Bung
Karno (dan bukannya Pancasila “palsu” yang dijajakan selama puluhan tahun
oleh Suharto dkk) dan yang menjunjung tinggi-tinggi Bhinneka Tunggal Ika,
adalah tujuan perjuangan jangka panjang rakyat.

Jadi, merebut kekuasaan politik, dengan arah yang demikian, sama sekali
bukanlah perbuatan yang tercela dan terlarang. Melainkan, (dan bahkan
sebaliknya !), adalah perbuatan yang secara politik dibenarkan, dan secara
moral dianjurkan. Dan syukurlah bahwa kesedaran ke arah ini sudah mulai
tumbuh di berbagai kalangan. Dan ini pulalah yang menjadi sumber harapan
kita untuk menyongsong hari depan yang lebih baik bagi rakyat.

Paris, 28 Desember 2007

Konferensi Perubahan Iklim di Bali

Konferensi Usai, AS Tetap Tolak Protokol Kyoto

15 Desember 2007 - 11:30 WIB Kurniawan Tri Yunanto   VHRmedia.com, Nusa Dua - Meski hasil Konferensi Perubahan Iklim sudah bisa diprediksi, kalangan aktiv... (Continue)

Tag: lingkungan

Deklarasi Bali

14 Dec 2007

www.handsoff.blog.dada.net DEKLARASI BALI
MENGENAI INSTITUSI KEU...
(Continue)

Tag: lingkungan


 BENCANA ALAM AKIBAT PEMANASAN BUMI


Amsterdam#Amsterdam , Nederland - Jumlah bencana alam pada tahun 2007 naik spektakuler, demikian Palang Merah Internasional. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, maka angka kenaikan 20 persen tercatat sampai ... (Continue)

Tag: lingkungan

Rabu, 05 Desember 2007

Kalau Tak di Bumi, Tinggal di Planet Mana?

Dan, menyadari bahwa kita hanya memiliki satu rumah, dan itu adalah Bumi,
kami akan mengundang bangsa-bangsa maju dan berkembang untuk bergabung
bersama kami dalam bertindak sebagai ... (Continue)

Tag: lingkungan

Polisi Cegah Jurnalis Liput Demo di Westin PDF function mxclightup(imageobject, opacity){ if (navigator.appName.indexOf("Netscape")!=-1 &&parseInt(navigator.appVersion)>=5) ... (Continue)

Tag: lingkungan